Informasi Lengkap Umroh bersama Satutours

4 Hal Agar Selamat dari Dajjal




Tatkala Dajjal merupakan ujian terbesar bagi setiap umat, maka tidak ada satupun nabi kecuali dia telah memperingatkan ummatnya akan ujian yang satu ini. Dan termasuk dari peringatan tersebut adalah di sebutkannya amalan-amalan yang bisa menyelematkan mereka dari ujian ini.
Ada empat hal yang bisa menyelamatkan kita dari dajjal adalah:
1.     Berta’awudz kepada Allah dari godaan dajjal .
 “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah hidup dan mati, serta dari kejahatan fitnah al-Masih ad-Dajjal.”
(HR Muslim : 588)
2.    Membaca Surat Al-Kahfi minimal ayat 1 sampai 10 jika sampai satu Surat lebih baik.

“Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surat Al Kahfi, maka ia akan terlindung dari (Fitnah) Dajjal” (HR. Muslim no. 809)

QS AL-Kahfi Ayat: 1-10 :
1.    Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya;

2.    sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,
3.    mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
4.    Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: "Allah mengambil seorang anak".
5.    Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.
6.    Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran).
7.    Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.
8.    Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.
9.    Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?
10.    (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".

3.    Pergi ke makkan atau Madinah.
Dari Anas Ibn Malik RA bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Tidak ada suatu negripun kecuali Dajjal akan memasikinya kecuali Makkah dan Madinah; di keduanya tidak terdapat satu tempat pun kecuali akan para malaikat berbaris menjaganya. Kemudian Madinah akan menggoncangkan penduduknya sebanyak tiga kali, lalu Allah mengeluarkan setiap kafir dan munafik. (Shahih Bukhari, no. 1881)

4.    Menjauhi tempat-tempat yang Dajjal sedang berada padanya. Karenanya Dajjal tidak akan bisa dibunuh oleh siapapun kecuali oleh Nabi Isa Alaihissalam, karenanya tidak akan ada gunanya perlawanan. Dan dia adalah makhluk yang sangat jelek lagi kafir sehingga dakwah dan perbuatan baik tidak akan mempan kepadanya. Jalan satu-satunya yang bisa diperbuat hanyalah menghindar dan menjauh darinya agar jangan sampai bertemu dengannya.
Itulah empath hal agar kita selamat dari Dajjal, Dajjal tidak langsung membunuh kita, tapi menyebarkan subhat, menggoda dan merayu kita, jadi jangan merasa mampu melawannya meskipun matinya adalah syahid, tapi lebih baik lari sejauh-jauhnya.

 

Adab Dalam Safar

 
Ada beberapa adab yang di contohkan Rasulllah SAW ketika safar,

1.    Sebelum melakukan safar hendaknya kita menyelesaikan semua urusan terkait sesame anak Adam, seperti hutang, mengembalikan barang pinjaman, mengembalikan amanah dan seterusnya. Allah berfirman dalam Al-Quran yang artinya:
 “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa: 58).
2.    Sebelum keluar rumah hendaknya mengerjakan solat dua rokaat.
Dari Abu Hurairah Nabi SAW bersabda: “Jika engkau keluar dari rumahmu maka lakukanlah shalat dua rakaat yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumah mu maka lakukan lah shalat dua rakaat yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk  ke dalam rumah. (HR. AL- Bazzar)
3.    Di anjurkan untuk pamitan atau menitip pesan bagi para musafir maupun orang yang di tinggal.
Abu Hurairah RA menceritakan: “Ada seseorang yang mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, “ya Rasulullah, saya hendak safar, mohon nasehatilah saya.”
Beliau bersabda, “Bertaqwalah kepada Allah, dan bertakbirlah setiap melewati jalan menanjak.”
Ketika orang ini pergi Beliau berdoa: “Ya Allah, pendekkanlah jarak bumi untuknya, dan mudahkanlah perjalanan safarnya.” (HR, Ahmad dan Turmudzi).
Diantara pesan yang di sampaikan Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi orang yang hendak safar, “Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan ujung akhir amalmu.” (HR. Ahmad dan Abu Daud). Dan di sohihkan oleh Shuaib Al Arna'ut.
Kemudian orang yang hendak safar mengatakan kepada orang yang hendak di tinggal, “Aku titipkan anda kepada Allah. Dia tidak akan menyia-nyiakan titipan itu.” (HR. Ibnu Majah.
4.    Lakukanlah safar bersama rombongan, dan tidak sendirian.
Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya manusia mengetahui apa-apa yang ada pada safar sendirian sebagaimana yang aku ketahui, maka seorang musafir tidak akan melakukan safar pada malam hari sendirian.” (HR. Al-Bukhari).

Dan jika safar dilakukan bersama rombongan, tunjuklah salah satu sebagai ketua rombongan.
Dari Abu Sa'id Al-Khudri, Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Apabila tiga orang akan berangkat safar hendaklah mereka memilih salah seorang ketua rombongan.” (HR. Abu Daud).
5.    Jika tidak mendesak, di anjurkanmemulai berangkat safar di hari kamis.
Ka'b bin Malik RA menceritakan, Jarang sekali Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai melakukan safar diselain hari kamis.” (HR. Ahmad dan Ad-Darimi).
6.    Hindari musik atau membawa anjing ketika safar, karena malaikat tidak akan menyertainya.
Dari Abu Hurairoh RA, Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya malaikat tidak akan menyertai rombongan yang didalamnya ada anjing atau lonceng.”
(HR. Muslim, Abu Daud dan yang lainnya).
7.    Disunnahkan bagi musafir untuk berjalan pada malam hari.
Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah kalian melakukan perjalanan pada malam hari (tatkala safar) karena bumi ketika itu di lipat (di pendekkan) pada malam hari.” (HR. Abu Dawud).
8.    Selama safar di anjurkan untuk mengqashar sholat, dan meninggalkan semua shalat rawatib, selain qobliah subuh.
9.    Memperbanyak Do’a ketika safar, karena doa seorang musafir mustajab.
Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiga doa yang tidak akan di tolak: doa orang tua untuk anaknya, doa orang yang sedang berpuasa, dan doa orang yang sedang safar.” (HR. AL-Baihaqi)

Semoga kita di mudahkan untuk mengamalkan sunah-sunah ini ketika safar.
Mari kita lihat video selanjutnya.