.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

HAJI DAN PROSESNYA

Haji dan Umroh
PROSES HAJI
     HAJI dan UMROH dimulai dari Miqat. Di tempat ini calon jemaah melaksanakan mandi shunah, berwudhu, memakai pakaian ihram, shalat sunah ihram, dan berniat haji atau umroh dengan mengucapkan “Lababaikallahumma Hajan/ Umratan“ , artinya,”Aku sambut panggilan-Mu, Ya  Allah untuk berhaji/berumroh.”
  Di Miqat itulah semua jemaah, tanpa terkecuali, mengenakan busana yang sama, yaitu pakaian yang serba putih, tanpa jahitan, polos, dan sederhana. Mengapa demikian? Karena, pakaian menutupu diri dari watak. Pakaian melambangkan status, perbedaan bahkan diskriminasi. Di Miqat, setiap jemaah menanggalkan semua identitas duniawi. Sebaliknya, mereka menampakkan bentuk kemanusiaan mereka yang sebenarnya.
  Semua jemaah mengenakan busana ihram yang sama. Semua orang mengenakan kain kafan sehingga tidak mudah di kenali. Yang berlangsung adalah suasana yang sejati. Di Miqat, manusia diingatkan akan tujuan akhir kehidupan yang hakiki.
Seragam ihram ini menyiratkan pesan bahwa dalam ibadah haji, semua jemaah diingatkan kembali dengan makna persamaan dan kesederajatan di hadapan Allah. Lepaskanlah semua identitas duniawi, tampakkanlah bentuk aslimu sebagai “manusia”, sebagai seorang ‘adam’, karena akan begitulah saat engkau mati kelak.
biaya umroh Sambil menggenakan pakaian warna putih, calon jemaah melaksanakan shalat Miqat. Meski gerakannya sama dengan gerakan shalat-shalat lainnya, shalat di Miqat menyiratkan makna yang lebih khas. Shalat di Miqat menggungkapkan kesiapan untuk melaksanakan kewajiban dalam tahap-tahapan ibadah selanjutnya.
Di tempat ini, setiap jemaah menundukkan kepala, meminta ampunan atas segala perbuatan salah yang di gerakkan oleh perasaan takut dan ketamakan. Shalat di Miqat ini merupakan sebuah janji kepada Allah SWT bahwa ia tidak akan sujud ataupun tunduk kepada selain-Nya.
  Ihram adalah kondisi ketika seseorang tidak bpleh melakukan beberapa hal, di antaranya memotong kuku, mencukur rambut, memakai wewangian, membunuh atau berburu binatang, berhubungan suami-istri, membuat lamaran perenikahan, atau melansungkan pernikahan.
Sebaliknya selama berihram, para jemaah mengucapkan, “Labaika Allahumma Labbaik, Labaika La Syarikala Labbaik, Innalhamda wan Nikmatan Laka wal Mulka La Syarikala.”
Aku penuhipanggilan-Mu, ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat , dan kekuatan hanyalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.
Inilah sebuah janji setia yang aku nyatakan dengan tulus iklas di hadapan-Mu untuk senantiasa taat dan patuh kepada-Mu. Hanya kepada-Mu lah aku kembali.
travel umroh Ka'bah dinamai juga Baitul’ Atiq, artinya bebas dari kepemilikan siapa pun. Ia bebas di genggam para penguasa dan penindas. Pemilik kota  ini hanyalah Allah SWT. Jamaah haji yang tiba di kota Mekkah pada hakikatnya telah tiba di kampong halamannya sendiri.
Sebelumdatang ke Mekkah, ia adalah orang asing yang terusir dari negerinya sendiri. Namun, kini di kota Mekkah, para jemaah diundang dan disambut untuk menjadi keluarga Allah SWT. Sebagai tamu Allah, para jemaah akan di muliakan oleh-Nya.
Setelah menuruni bukit, para jemaah tiba di depan Kakbah, Dalam A-Qur’an di sebutkan bahwa Ka'bah adalah, “Rumah pertama yang diperuntukkan bagi manusia (untuk beribadah kepada Allah).” (QS. Ali Imran: 96)
Ka'bah tidak merfleksikan kepiawaian arsitektual, keindahan seni, prasasti, atuapun kualitas. Akan tetapi, saat memandang Kakbah, kehadiran Allah terasa semakin dekat. Sebab, bagi seorang muslim, Kakbah merupakan pusat eksistensi, keyakinan cinta kasih, dan kehidupan.
Tawaf adalah mengelilingi Kakbah sebanyak 7 kali. Tawaf dimulai dan diakhri pada arah yang sejajar denan Hajar Aswad. Selama Tawaf, posisi Kakbah selalu ada di sebelah kiri jemaah.
Saat prosesi Tawaf  berlangung, Kakbah di kelilingi oleh lautan manusia. Kakbah laksana matahari, sedangkan manusia laksana bintang-bintang yang berjalan di orbitnya dalam system tata surya. Kakbah melambangkan ketidak berubahan Allah SWT dan keabadian-Nya. Lngkaran yang bergerak  menunjukan aktifitas dan transisi yang berkesinambungan dari mahluk-Nya.
Setiap orang bergerak mengelillingi Kakbah secara bersamaan. Gerakannya bagaikan satu unit atau satu kelompok manusia. Dalam kelompok tesebut, tidak ada indentivikasi yang membedakan perempuan dan laki-laki maupun kulit hitam dan kulit putih. Gerakan ini merupakan proses transformasi seorang manusia menjadi totalitas umat manusia. Semua ‘aku’ berubah menjadi ‘kita’ yang mewujudkan ‘umat’ dengan tujuan mendekatkan diri dengan Allah.
Gerakan tawaf seperti ini menunjukan bahwa dalam rangka mendekati Allah, setiap jemaah harus terlebih dahulu mendekati manusia. Untuk mencapai derajat kesalehan, setiap orang harus benar-benar terlibat dalam berbagai masalah kemanusiaan. Seorang mukmin tidak boleh bersikap egois, mementingkan diri sendiri. Sebaliknya, ia harus larut dalam totalitas kehidupan social.
Hajar Aswad adalah batu berbentuk bulat telur berwarna hitam kemerah-merahan yang terletak di sudut tenggara Kakbah, yaitu sudut dimana Tawaf dimulai dan diakhiri. Saat memulai Tawaf, para jemaah menyentuhkan tangan kanannya ke hajar aswad atau setidaknya menghadap ke arahnya sembari mengangkat tangan mengucap Allau Akbar. Kemudian, jemaah dapat membaur ke tengah lautan jemaah lainnya.
Melambaikan tangan ke Hajar Aswad melambangkan sumpah setia untuk menjadi sekutu Allah. Hal inni seperti yang biasa di lakukan oleh para pemimpin bangsa Arab terdahulu ketika mereka mengadakan perjanjian dengan bansa lainnya. Pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian itu saling mengulurkan tangan kanan, lalu berjabatan, dan saling menggenggam. Ini menandakan janji setia di antara mereka. Disini, para pemuka Quraisy Mekkah berdamai di bawah bimbingan Muhammad bin Abdillah yang jujur (al-Amin).
Maka, di Hajar aswad, setiap jemaah ‘berjabat tangan’ dengan Allah, sebagai tanda janji kesetiaan dan ketundukan kepada-Nya.
Maqam Ibrahim adalah sebonkah batu dengan bekas telapak kaki Nabi Ibrahim as. Di atas batu tersebut, beliau dulu berdiri dan meletakkan batu pertama Kakbah. Maqam Ibrahim terletak di dalam Masjidil Haram. Luasnya kurang lebih 5 kaki persegi yang di topang dengan 6 tiang setinggi 8 kaki.
Inilah tempat tertinggi yang dapat dinaiki oleh Nabi Ibrahm; inilah tempat terdekat dengan Allah. Setelah mengalami berbagai bencana, Nabi Ibrahim membangun sebuah rumah-bukan untuk dirinya ataupun anaknya, melainkan untuk umat manusia. Nabi Ibrahim adalah pembangun Kakbah, arsitek rumah kebebasan, pendiri tauhid, dan petarung melawan berhala.
Kini, di Maqam Ibrahim, para jemaah melaksanakan shalat sunah 2 rakaat. Di tempat itulah, para jemaah merenungkan kembali perjuangan Nabi Ibrahim.
Sai. Di Maqam Ibrahim, para jemaah berperan sebagai Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Di tempat Sai, para jemaah berperan sebagai Hajar.
Hajar adalah seorang wanita miskin, hamba sahaya bangsa Ethiopia. Namun, Hajar  adalah teladan kepasrahan dan ketaatan. Ia meninggalkan anaknya di lembah ini, lalu bankit dan berlari dari satu bukit tandus ke bukit tandus lainnya guna mencari air. Ia terus bergerak, mencari, dan berjuang tanpa henti. Semangat perjuangan inilah yang hendaknya di tiru para jemaah kala melaksanakan Sai, yaitu berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah.
Maka, semangat Sai adalah sebuah pencarian yang tiada kenal henti. Ia merupakan sebuah gerakan yang mempunyai tujuan serta diilustrasiakan berlari-lari dan bergegas-gegas. Sai adalah jalan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
Tahallul. Setelah Tawaf, dan Sai, jemaah melaksanakan Tahallul, yakni mencukur sedikit rambut (minimal 3 helai) sebagai simbol bahwa masa ihram telah berakhir. Kini, pakaian serba putih itu boleh dilepas, diganti dengan pakaian biasa. Semua larangan ihram pun tidak berlaku lagi. Tahallul adalah akhir dari rangkaian ibadah umroh serta Haji dan prosesnya.

0 komentar:

Post a Comment