.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

MENGHARAP DOA-DOA DIKABULKAN ALLAH SWT


umroh murah

Salah satu hal yang menjadi harapan atau dambaan orang-orang yang mengerjaka umrah  adalah kiranya doa-doayang nanti dipanjatkannya di Baitullah, akan dikabulkan oleh Allah SWT. Tentu. Sebab yang mengerjakan umrah adalah duta Allah, yang telah mendapatkan jaminan Rasulullah SAW, bahwa jika berdoa, doanya akan dikabulkan oleh Allah SW, dan jika memohon atas ampunan atas dosa, maka dosa-dosanya akan diampuni Allah SWT. Apalagi dia berdoa di tempat-tempat mulia untuk berdoa yaitu, Baitullah.
Kehidupan modern yang cenderung materialistic, bisa berdampak pada munculnya sikap atau perilaku pada manusia, dan juga terjadi pada kaum muslimin tertentu, yang beranggapan bahwa mereka bisa memenuhi apa saja yang mereka ingikan, dengan keuatan fisiknya, dengan kehebatan ilmunya, dengan kekuasaannya, dengan harta berlimpah yang dimilikinya.
               
Lalu munculah sikap arogan, melampaui batas, karena merasa memiliki segala macam keleihan dan kemampuan. Sesungguhnya arogansi manusia karena merasa diri hebat seperti itu, telah disinyalir oleh Al-Quran, sebagaimana firman Allah,
كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَى | َن رَّآهُ اسْتَغْنَى
“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.” (QS. Al-Alaq : 6-7).
Karena merasa kuat, hebat, kaya, berkuasa itulah, sampai-sampai ada orang yang bersikap seakan-akan tidak memiliki Tuhan, tidak mau seakan-akan tidak memiliki Tuhan, tidak mau beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan, tidak mau berdoa untuk meminta pertolongan kepada Tuhan. “ Untuk apa berdoa kepada Tuhan? Kalau aku memerlukan sesuatu, maka dengar hartaku, dengar kekuasaanku, dengan uangku, aku bisa mendapatkannya, tanpa pertolongan Tuhan.”`
Itulah sebuah gambaran sikap melampaui batas mausia yang angkuh karena merasa kaya,kuat dan kuasa.padahal sebenarnya ia hanyalah mahluk lemah, yang tidak berdaya, pasti akan dating saatnya ia terpuruk, lalu merengek -rengek, dan meminta pertolongan  tuhan. Ya, karena manusia pasti memerlukan tuhan. Ia pasti menyeru Allah memohon pertolongan, maka ia harus berdoa kepada Allah SWT.
Perjalanan ke Baitullah atau ketanah suci mekkah, baik untuk umroh maupun haji, adalah perjalanan yang diwarnai dengan doa-doa. Seorang muslim yang hendak berangkat menuju Baitullah, sejak melangkahkan kakinya dari tempat tinggalnya, ia memasrahkan diri kepada Allah SWT, bahwa tidak ada daya untuk mendatangkan kebaikan atau menolak bahaya, kecuali dengan pertolongan Allah SWT.
Selanjutnya, tatkala berada dikendaraan yang membawanya hingga tanah suci ia berdoa kepada Allah. Dan doa-doa terus dipanjatkan pada saat memasuki masjidil al haram, ketika melihat ka’bah, berdoa setelah thawaf, kerdoa ketika melakukan sa’I  antara shafa dan marwa, dan seterusnya. Ya, ibadah umroh dan haji adalah perjalanan penuh doa. Dan mereka yang berdoa sangat berharap agar doa-doanya itu dikabulkan Allah SWT.
  Manusia pasti memerlukan doa. Nabi Adam a.s sebagai manusia pertama pun telah berdoa kepada Allah. Yaitu tatkala nabi Adan dan Hawa menyadari kesalahan yang telah dilakukan oleh keduanya, karena termakan bujuk rayu Iblis, sehingga kedua melakukan apa yang dilarang oleh Allah, maka keduanya berdoa kepada Allah, memohon ampunan, dan rahmat Allah, “Wahai Tuhan kami, sesungguhnay kami telah menganiaya diri kami, dan jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, maka benar-benar kami orang yang merugi.”
Demikian yang seterusnya yang dilakukan oleh manusia, anak cucu Adam, yang hidup pada masa kapanpun, termasuk kita yang hidup pada zaman modern ini, pastimemerlukan doa. Tiada seorang manusia manapun yang tidak memerlukan doa. Mengapa demikian? Sebab manusia adalah mahluk yang lemah.berapa besarpun kekuasaan manusia, pasti ia memiliki kelemahan. Betapapun kekuatan seseorang, pasti ia memiliki kelemahan.betapapu banyak kekayaan seseorang, pasti ia memiliki kelemahan. Dan seterusnya.
Pernahkan anda mendapati seorang yang berkuasa di dunia ini yang hidup abadi, dan berkuasa selama-lamanya? Tentu tidak ada. Seorang raja yang paling tinggi kekuasaanya sekalipun, pada akhirnya akan kehilangan kekuasaannya. jika tidak ada manusia yang bisa mengakhiri kekuasaannya, maka pasti kematiannya akan membuat kekuasaan raja itu berakhir dengan sendirinya.
Pernahkan anda mendapati orang yang paling kuat fisiknya, yang tidak merasa lapar, jika tidak makan, yang tidak haus jika tidak minim? Tentu tidak ada. Seorang yang paling kuat fisiknya pun pasti akan merasa lapar jika tidak makan, dan merasa haus jika tidak pernah minum. Ia juga akan merasakan sakit jika tubuhnya terluka. Dan pada akhirnya pasti akan mati, lalu tubuhnya yang kuat dan kekar itu akan dimasukan ke dalam tanah, lalu hancur.
Demikianpun seterusnya. Orang yang paling kaya sekalipun pasti akan mendapati kesulian. Betapa banyak orang kaya raya secara materi tapi jiwanya merana. Betapa banyak pesohor yang meninggal dunia secara tragis. Orang kaya juga menderita sakit. Orang yang paling bahagia pun, pasti akan merasa kesedihan.
Karena manusia adalah mahluk yang lemah. Dan kelemahan sebagai manusia itu, membuat seseorang menjadi tidak berdaya untuk membebaskan dirinya dari suatu kesulitan yang menimpa. Maka dalam keadaan tidak berdaya itu, manusiapun mencari pertolongan kepada Kekuatan dan Kekuasaan yang lebih besar, yang lebih besar, yang lebih kuat, yang bisa menolongnya, agar terbebas dari kesulitan yang menghimpit. Lalu iapun berdoa kepada Tuhan, Allah SWT.
وَإِذَا مَسَّكُمُ الْضُّرُّ فِي الْبَحْرِ ضَلَّ مَن تَدْعُونَ إِلاَّ إِيَّاهُ فَلَمَّا نَجَّاكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ وَكَانَ الإِنْسَانُ كَفُورًا
“Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih.”  (QS. Al- Isra :67).
                Ketika penyakit dating menimpa diri, kita berdoa, “Ya Allah, mohon sembuhkan penyakitku.”. ketika kesulitan menghadang, kita berdoa, “Ya Allah, tolong bebaskan diri dan kehidupanku dari kesulitan”. Ketika kemiskinan melanda, kita berdoa, “Ya Allah, anugerahilah rejeki yang baik dan halal”. Ketika kesidihan melanda karena sebuah musibah, kita berdoa, “ Ya Allah, anugrahilah ketenangan di dalam hatiku, kuatkanlah hatiku,”… Dan sebagainya. Kesemuanya itu menggambarkan kelemahan diri manusia, yang tatkala terhimpit suatu keadaan sulit, ia pasti menegahkan tangannya lalu memohon pertolongan Allah, agar Allah apa-apa yang dimohonnya.
                Tapi, satu hal yang sangat disadari adalah hendaklah tidak hanya berdoa ketika tertimpa kesulitan akan tetapi dalam keadaan mudah, senang, sehat, kaya, bahagia, berkuasa, senantiasa berdoa kepada Allah SWT. Sebab doa itu selain merupakan sarana meminta kepada Allah, juga merupakan sarana untuk ingat dan mendekatkan diri kepada Allah. Dan setiap saat, kita wajib ingat dan mendekatkan diri pada Allah SWT.
                Karena itu, hendaklah selalu berdoa kepada Allah dalam keadaan apapun. Janganlah berdoa ketika hanya sedang sakit, akan tetapi pada keadaan sehatpun kita selalu berdoa kepada Allah. Janganlah hanya berdoa ketika miskin, akan tetapi dalam keadaan kayapun selalu berdoa kepada Allah SWT.

0 komentar:

Post a Comment