.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

MENYAMBUT TAMU TAMU ALLAH SWT


travel umroh
     Ketika kita melepas keberangkatan orangtua kit, sanak keluarga, atau orang-orang yang kita cintai ke tanah suci, dalam rangkan melaksanakan kewajiban haji yang mabrur tiada lain surga.
     Mabrur adalah sebuah ungkapan yang menghimpun semua makna kebaikan yang berasal dari kata “al-birru”, demikian disebut Muhammad Rawas Qal’ahji dalam mu’jam lughah al-Fuqaha. Bila kata itu di hubungkan dengan ibadah haji, maka haji yang mabrur adalah haji yang diterima Allah, karena di dalamnya terhimpun segala kebaikan.
     Seseorang yang berniat menunaikan ibadah haji sebaiknya tidak hanya sekedar mencari status social untuk di panggil sebagai haji yang saleh dan taat menjalankan ibadah. Kopiah putih sering sekali dipakai seseorang setelah kembali dari tanah suci hanyalah sebuah simbol, bukan substansi kesalehan.
     Manifestasi iman yang kuat bukan sekedhaji mabrur akan tercapai.
ar dalam kata-kata, tetapi juga dalam perbuatan nyata. Pernyataan keimanan bukan hanya ditonjolkan ketika berada di rumah Allah, tetapi juga ketika berada di ruamh-rumah manusia, dirumah mereka yang sedang kelaparan. Dengan begitu,
     Suasana batin orang-orang yang menjalankan haji mabrur seperti suasana batin orang-orang shaleh yang bertakwa. Batinya menjadi damai dengan kehadiran Allah di dalam hidupnya. Adapun cirri-ciri orang yang shaleh adalah hatinya bergetar ketika mendengar dan melihat ayat- ayat Allah. Air matanya mengalir bercucuran tanpa terasa, karena mendekatkannya dengan Allah.
     Kepedulian kepada orang lain dilakukan semata-mata karena cinta kasih, bukan karena maksud-maksud pilih kasih. Itulah wujud hakiki ibadah haji. Itulah hakikat haji mabrur yang kitadoakan dan kita harpkan dari seseorang atau keluarga yang kembali dari menunaikan haji.
Kita memang sedang menunggu orang-orang yang dapat menegakkan dan merjuangkan kebaikan. Kita memerlukan orang-orang yang adil, jujur, bijaksana, dan menabur kebaikan, alih-alih orang yang menebar kejahatan. Hal tersebut sebagaimana peringatan Allah dalam surah Al-Baqarah: 44, “apakah orang lain (mengerjakan dan menegakkn)kebaikan, sementara kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca al-Kitab. Apakah kamu tidak dapat berfikir
     Kita senantiasa berdoa dan memohon, “Ya  Allah berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan jauhkan kami dari azab neraka. Semoga kita dimasukkan kedalam orang-orang yang shaleh (al-Abrar)”. 

0 komentar:

Post a Comment