.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Perjalanan Haji: Masa Kemerdekaan


Setelah kemerdekaan Indonesia dari pemerintah Hindia-Belanda, pemerintah RI sementara, pada tahun 1948, mengutus delegasi haji Indonesia yang salah satu anggotanya K.H. Moh. Adnan penyelenggara haji Indonesia resmi dilakukan oleh pemerintah RI.
paket umroh
1 tahun kemudian, yaitu pada tahun 1949, mulai terjadi peningkatan jumlah jamaah haji Indonesia. Pada tahun itu, tercatat sebanyak 9.892 orang, kemudian pada tahun berikutnya jumlah tersebut mencapai 10.000 orang.
Sejak tahun 1952, pemerintah RI melalui menteri agama membentuk pelayaran Muslim untuk memfasilitasi transportasi umat Islam yang hendak melakukan ibadah haji ke tanah suci. Kemudian, pada tahun 1964 di bentuk pula perusahaan pelayaran di bawah bendera PT. Arafat, satu-satunya perusahaan transportasi laut milik pemerintah yang menangani pelayaran haji.
Hingga tahun1960-an, moda transportasi laut lebih diminati oleh sebagian besar jamaah haji karena biayanya lebih murah dibandingkan dengan transportasi udara, walaupun moda transportasi yng terakhir ini sudah di berlakukan sejak tahun 1952.
Nasib haji laut terhenti pada tahun 1979 ketika PT. arafah dinyatakan pailit lewat SK Menteri Perhudungan No. SK-72/OK.001/Phb-79 kebijakan tersebut dipilih pemerintah karena PT. arafah tidak mampu mengurusi haji laut lagi.  Terlebih lagi saat itu biaya haji laut lebih mahal di bandingkan melalui udara. Tahun 1978, biaya haji udara hanya Rp. 766.000 sedangkan haji laut mencapai Rp. 905.000.
Kini walaupun ongkos naik haji (ONH) meningkat, semakin banyak pula calon haji yang mendaftarkan diri untuk menjadi tamu-tamu Allah. Menurut menteri Agama RI, Maftuh Basyuri, kuota untuk jamaah haji Indonesia tahun 2009 mencapai 207.000-210.000 orang. Jumlah tersebut cukup besar. Berapapun ongkos yang dibebankan, niat umat islam untuk melakukan ibadah haji ke tanah suci tidak akan berhenti.


0 komentar:

Post a Comment