.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Umroh satutours : Hikmah Haji dan Umroh part 1

Umroh satutours : Hikmah Haji dan Umroh

hikmah umroh dan haji

Umroh dan haji yang banyak di idam-idamkan umat muslim di dunia menjadi hal utama yang menjadi tujuan dalam kehidupan didunia. banyak keterbatasan yang menjadi penghalang, namun itu tidaklah berarti bagi insan muslim yang mempunyai keinginan kuat untuk mencapai tanah harom melalui umroh maupun haji. tentu sebagian dari Anda pernah menemukan disekitar lingkungannya baik tetangga atau saudara yang dimampukan untuk berangkat umroh ataupun haji walau hanya berprofesi sebagai penjual kue ataupun sebagai penjaga sekolah, dan sebaliknya bahkah dengan profesi yang mapan dan berpenghasilan tinggi dan mempunyai kemampuan secara finansial, jika belum ada undangan dari yang memiliki tempat, maka kemungkinan untuk sampai di tanah harom pun tidak akan tercapai.
berikut kami menyampaikan hikmah-hikmah yang terkandung dalam kegiatan haji dan umroh,
Hikmah adalah makna yang terkandung di dalam sebuah peristiwa. Hikmah biasanya berupa manfaat atau kandungan positif yang muncul dibalik sesuatu. Di dalam setiap ibadah, pasti ada terkandung hikmah yang luar biasa di dalamnya. Apalagi ibadah dalam Islam selain merupakan bentuk pengabdian dan kepasrahan kepada Allah swt., juga merupakan proses pembinaan diri, peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt.. 
Hikmah dan manfaat ibadah itu ada yang dijelaskan secara khusus dalam al-Qur’an dan Hadits dan lebih banyak lagi yang dapat dirasakan oleh seseorang yang mengamalkannya. Ada pula yang manusia harus mencari sendiri hikmah yang terkandung didalamnya. Pengalaman spiritual dari berbagai macam ibadah terutama ibadah haji sangat bervariasi dan beragam bobot kualitasnya. Semakin berkualitas ibadah seseorang akan semakin berkualitas pula dampak batin dan kesan-kesan rohaninya yang didapatkan. 
Ibadah haji dan umrah mengandung berbagai hikmah dan manfaat. Hikmah yang utama adalah sebagai bentuk penyerahan diri secara sungguh-0sungguh kepada Allah swt.. 
Ibadah haji merupakan ibadah yang konpleks baik yang bersifat materi dan immateri. Sehingga seseorang melakukannya, itu sudah merupakan pertanda bukti penyerahan diri seorang hamba kepada Allah swt. 
Seseorang yang melakukan ibadah haji masing-masing akan memperoleh kenikmatan tersendiri dalam taqarrub, ibadah dan bertaubat kepada Allah swt.. perjalanan ibadah haji mulai dari manasik hingga kepulangan di tanah air menyimpan beribu kenangan ibadah. Sebuah kepuasan ritual bagi seorang anak manusia yang mendekatkan diri kepada-Nya. Dan hasilnya Allah memberikan kenikmatan ibadah tersebut kepada sang hamba. Setiap jamaah haji yang pulang dari Tanah Suci, rata-rata menyatakan keinginnanya untuk suatu saat kembali lagi menunaikan rukun Islam kelima itu. 
Dalam ibadah haji jamaah dilatih untuk mendisiplinklan diri untuk mematuhi berbagai macam peraturan. Mulai dari ibadah yang dilakukannya, seperti mengenakan kain ihram hingga tata aturan berada di negri orang. Kita akan dilatih untuk selalu shalat lima waktu tepat waktu berjamaah. Kita juga disiplin untuk berada di atas kendaraan sebelum waktunya agar tidak tertinggal. Ketika mengenbakan kain ihram, meskipun tidak ada yang tahu seorang pria mengenakan pakaian dalam atau tidak, tetap laranangan mengenakan kain yang berjahit ditaatinya. Di tanah air yang mempunyai kebiasaan ‘jorok’ akan dipaksa tertib di Tanah Suci. 
Sementara itu, dalam hal hubungan dengan jamaah lain, ibadah haji merupakan usaha untuk mewujudkan persaudaraan yang sungguh-sungguh sesame kaum muslim. Tidak pernah terjadi dalam agama maupun dalam satu waktu satu umat berkumpul untuk mengerjakan satu ibadah selain agama islam dalam urusan haji. Hamper 4 juta manusia berkumpul di satu tempat untuk melaksanakan ibadah. 
Kebersamaan itulah yang harus dipupuk untuk menumbuhkan rasa persaudaraan sesame muslim. Haji adalah momen penting untuk ‘rapat akbar’ bagi kaum muslimin untuk membicarakan nasib dan keadaannya di berbagai belahan dunia. 
Dalam pelaksanaannya, kita berada di pesawat, di pemondokan, di mesjid dan tempat-tempat lainnya dalam ibadah haji akan timbul rasa kebersamaan dengan semua jamaah. Kebersamaan dalam persaudaraan itu dapat dirasakan di mana saja, seperti ketika antre kamar mandi, makan bersama, thawaf atau lempar jumrah bersama dan lain sebagainya. Tidak jarang setelah pulang haji, terbentuk keakraban dengan sesame jamaah dimana sebelumnya tidak pernah terjadi.
Siapapun yang melaksanakan ibadah haji, mengerjakan ritual-ritualnya akan merasakan sebuah kesederhanaan, kesucian dan kebersihan diri. Bagi orang kaya yang biasa mengenakan baju bagus dan bermerek, saat ibadah haji harus ditanggalkan untuk mengenakan kain ihram. Semuanya serba putih. Sederhana dan suci. Pakaian dan ibadah-ibadah dalam haji akan membersihkan dan menyucikan rasa sombong berganti menjadi kesederhanaan.
Hikmah ibadah haji yang lain adalah untuk memperoleh ketenagan batin. Kita mengenal seseorang yang selalu stress, emosional atau tidak stabil jiwanya, ketika menunaikan ibadah haji menjadi tenang. Siapapun, apabila berada di dekat orang yang dikasihinya atau yang melindunginya akan merasa tenang.
Kemudian, ibadah haji merupakan sebuah kesempatan langka untuk doa dan permohonan banyak dikabulkan Allah swt.. kita tahu banyak tempat dan waktu di mana doa dikabul saat menunaikan ibadah haji. Pada saat itulah kesempatan yang tepat bagi kita untuk memanjatkan doa dan keinginan.  Ibaratnya sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Menunaikan ibadah haji, selain memenuhi panggilan Allah juga mendapatkan sesuatu dari apa yang kita minta. Dan selain doa, tidak ketinggalan pula hikmah untuk memohon ampunan dan bertobat kepada Allah swt..
Dalam ibadah haji kiita tahu banyak rintangan, cobaan dan ujian, baik masalah fisik maupun hati. Kesempatan itu akan melatih kita untuk pandai menguasai diri dan mengendalikan emosi. Selain itu, ibadah haji menjadikan kita pandai melakukan muhasabah atau proses intropeksi diri. Ketika menghadapi situasi di tanah air, kita bisa menjadi lebih dewasa karena pernah mengalami ujian yang lebih berat ketika di tanah suci. 
Hikmah lain yang dapat dipetik dari ibadah haji adalah untk dapat menghayati perjalanan hidup dan perjuangan para Nabi dan Rasul Allah, khususnya Nabi Ibrahim a.s. Nabi Isma’il a.s dan Nabi Muhammad saw., juga Nabi Adam., Kita akan Nampak tilas perjalanan para rasul terdahulu terutama saat berziarah ke tempat-tempat bersejarah. Hasilnya, kita akan tambah kuat iman dan mental ketika menghadapi persoalan di tanah air. Kita bisa menghayati secara langsung cobaan yang menimpa para rasul terdahulu sehingga cobaan yang kita alami terasa belum seberapa. Di situlah gunanya kita melihat langsung tempat-tempat bersejarah dan menghayati perjuangan mereka. Hal ini merupakan perwujudan bersamaan hidup dan melatih hidup berta’awun (tolong-menolong).
Dan hikmah terbesar terbesar dalam ibadah haji adalah untuk lebih memantapkan aqidah dan keyakinan terhadap kebesaran dan keagungan Allah swt. Dengan menyaksikan semua kebesaran Allah maka iman dan aqidah kita menjadi kuat. Insya Allah ke depan aqidah yang kuat tersebut akan menjadi bekal utama kita menjadi hidup makin bertambah baik di tanah air.
Tentu masih banyak hikmah lain yang bisa dirasakan masing-masing jamaah haji. Pengalaman orang satu dengan yang lain berbeda. Misalnya ada seseorang yang berkenalan dengan muslim dari Negara lain sehingga dapat mengetahui budaya dan kondisi kaum muslimin di Negara tersebut, dan lain sebagainya. Yang jelas, semuanya meninggalkan kesan yang mendalam dan hikmah yang luar biasa besarnya. Pantas dengan ikhlas dan benar dengan surge dan kesucian diri bagikan bayi yang baru dilahirkan ibunya. 
Selain dari ibadah haji dari keseluruhan, kita dapat memetik masing-masing bagian dari ibadah di dalamnya seperti thawaf, ihram, wukuf dan sebagainya. Masing-masing dari kegiatan ibadah itupun akan memberikan makna dan pengalaman tersendiri bagi masing-masing jamaah. Intinya menuju hukmah yang terkandung dalam keseluruhan ibadah haji di atas. 
Hikmah Ihram 
Ihram berarti niat untuk memenuhi ibadah haji atau umrah di tempat miqat. Ketika ihram, ada beberapa hal yang diharamkan sehingga kita tidak boleh melakukannya. Ihram ditandai dengan mengenakan pakaian putih tak berjahit (bagi pria) dua helai, bagian atas dan bawah. Ini menunjukan kesucian dari mereka bak mayat yang mengenakan kain kafan. Ihram nenunjukan kepasrahan seorang manusia kepada Allah. Semua atribut keduniawian dibuangnya. Tidak ada lagi yang berpakaian mentereng dan kumuh. Tidak ada lagi gelar professor maupun tak berpendidikan. Tidak ada lagi orang kaya maupun orang miskin. Tidak ada lagi kelas social. Tidak ada lagi atasan bawahan. Tidak ada lagi pimpinan atau rakyat. 
Semuanya sama. Semuanya rela melepas atribut yang selama ini disandangnya, semuanya rela meninggalkan keluarga, sanak family, serta harta yang dipunyainya di tanah air, untuk pasrak kepada Allah semata. Bentuk kepasrahan semacam ini harus terus terbawa sampai di tanah air dan kehidupan seorang haji. Oleh karena itu, sudah sepantasnya seorang haji/hajiah tidak mempunyai sifat sombong, membanggakan diri (apalagi atas title hajinya), menggantungkan diri kepada maniusia dan jauh dari sifat tawakal. Ibadah ihram adalah ibadah awal dari proses haji maupun umrah akan memberikan makna bagi kehidupan seseorang yang melaksanakan sampai akhir hayat.
hikmah tawaf
Hikmah Thawaf
Ibadah Thawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah tujuh kali melmbangkan sebuah proses perjuangan untuk mencapai suatu tujuan. Kemanapun kita pergi tetap terikat dengan sumbu tauhidullah yang didalamnya bangunan Ka’bah. Untuk mencapai suatu cita-cita, hendaknya tetap semangat dengan tauhidullah, semakin dekat jarak yang ditempuh tapi semakin berat. Dan sebaliknya, semakin jauh jarak kita dari Baitullah, semakin luas jarak yang ditempuh. Thawaf juga melambangkan sebuah usaha untuk mencapai seatu tujuan. Ada yang cepat sampai, tapi sekian orang tersakiti. Dan ada yang santai tapi tak pernah sampai, atau lambat sampai tujuan. Mereka yang sukses adalah yang sampai di tujuan secara wajar, dan tidak menyakiti orang lain. Thawaf juga mengandung ajaran tentang usaha mencari dan memanfaatkan peluang dengan cerdas, lancer namun santun. Selama thawaf boleh membaca doa apa saja, tapi diawali dengan atas nama Allah Yang Akbar. Setel;ah berbagai doa di ucapkan, maka pada arah terakhir setelah trukun yamani, doa itu bermuara kepada pemohonan kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan terhindar dari apai neraka.
Ketika thawaf kita mengelilingi Ka’bah, Baitullah. Juga dengan proses tersebut kita akan melewati Hajar Asad, Multazam, pintu Ka’bah, rukun Yamani, Maqam Ibrahim, Hijir Ismail, dan sumur zam zam (sekarang sudah ditutup). Tempat-tempal itu memberikan hikmah tersendiri apabila kita mampu mendalami maknanya. Hikmah ditempat-tempat tersebut akan kita temukan jika kita menjalankannya dengan benar.

sumber : Antar Aku ke Tanah Suci karya miftah faridl

0 komentar:

Post a Comment