.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kontroversi Buku The Secret

Kontroversi Buku The Secret


Kontroversi Buku The Secret  - Pernah mendengar tembang lawas duet Mariah Carey sama Whitney Houston yang berjudul When You Believe? Begini liriknya:

Who knows what miracle
You can achieve
When you believe
Somehow you will
You will if you believe...

Secara keseluruhan, lagu ini coba memberi tahu kita bahwa segala sesuatu bisa kita raih kalau kita percaya itu akan tercapai. Caranya? Kadang kita tidak tahu. Tapi, jalan itu akan kita temukan dan sanggup kita jalani. Syaratnya: percaya. Percaya ia akan muncul. Percaya kita bisa melaluinya. Percaya semuanya akan jadi kenyataan! Kelihatannya terlalu gampang dan terlalu ajaib, bukan?

Tapi, tidak kalau kita kaitkan dengan kekuatan doa. Di lagu ini, juga dikatakan harapan yang kita punya dan selalu suarakan dalam hati adalah doa. Walaupun kita tidak mengangkat kedua tangan sebagaimana layaknya orang yang berdoa, tapi sejatinya orang yang percaya akan sesuatu sedang berdoa agar sesuatu itu jadi nyata. Dan, yang lebih hebatnya, doa dalam hati ini lebih kuat dari mereka yang cuma doa di mulut—tapi dalam dirinya tidak percaya. Sesuatu yang kita percaya dapat terjadi, benar-benar terjadi. Keyakinan adalah jalan menuju keajaiban itu sendiri. Tanpa keyakinan, tidak akan ada yang terwujud. Tanpa keyakinan, tidak akan ada keajaiban yang terjadi. Jangan menunggu keajaiban, baru yakin. Tapi yakinlah, maka keajaiban akan terjadi!

Fenomena inilah yang, kurang lebih, dibicarakan buku The Secret. Buku yang menggemparkan dunia dan menciptakan tren penerbitan buku motivasi ini berbicara tentang teori quantum, yang disinyalir adalah penjelasan dari “keajaiban” keyakinan. Rhonda Bryne, penulis buku ini, menjelaskan bahwa dunia bukan hanya berisi materi, melainkan energi. Energi ini tidak terlihat, tapi bekerja dan lebih “berkuasa” dari materi. Bahkan materi-materi dapat ditarik, dilempar, maju-mundur dengan kekuatan energi. Pasalnya, di mana energi ini? Bisakah ia kita akses dan gunakan?

Rhonda mengatakan bahwa pikiran dan perasaan kitalah energi itu. Sesuatu yang kita pikirkan terus-menerus, secara konsisten dan intensif, maka sejatinya ia tengah kita tarik untuk hadir dalam kehidupan kita. Sama halnya dengan perasaan kita. Bila perasaan kita merasakan sesuatu, dan ia terus-menerus kita rasakan, maka rasa itu akan muncul di hadapan kita. Dengan kata lain, untuk menjadikan sesuatu itu hadir dalam hidup kita, jauh sebelum masalah tekhnis, kita sangat perlu untuk memikirkan dan merasakannya. Bukan dengan cara yang negatif, melainkan dengan positif. Pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan baik akan menarik hal-hal baik, begitu pula sebaliknya. 
Kembali pertanyaan diutarakan. Betulkan semudah itu?
Kontroversi Buku The Secret
Inilah yang disebut The Secret oleh Rhonda. Begitu mudah, begitu sederhan, tapi manusia jarang meyakininya. Namun, jauh dalam diri kita, kita selalu menggunakan kekuatan-kekuatan itu. Teori ini bukannya tidak nyata. Kalau Anda yakin, ia benar-benar akan terjadi. Bila Anda tidak yakin? Ya, dia tetap akan bekerja. Teori penarikan quantum berlaku di alam semesta ini sejak dulu. Tidak peduli manusia menganggapnya tak ada, ia ada dan terus menerus melakukan penarikan-penarikan, perwujudan-perwujudan, dan keajaiban-keajaiban. 

Dari sisi agama, penjelasan keajaiban itu tentu sudah juga kita dengar. Sebelum Rhonda Bryne bekoar-koar soal spektakulernya The Secret, Tuhan pun telah jauh hari mengingatkan manusia bahwa Dia tergantung prasangka hambaNya? Prasangka itu letaknya di pikiran dan perasaan kita. Teori Rhonda sejatinya hanyalah pengemasan ulang dengan menghilangkan porsi agama dan menggantikannya dengan teori lain. 

Terlepas dari teori quantum, yang perlu dilakukan pada rencana kita: meyakininya. Rencana yang sudah kita susun harus kita selimuti dengan energi keyakinan. Pikiran kita kudu selalu menemaninya. Perasaan kita kudu selalu berbaik sangka padanya. Menyusun rencana yang cemerlang tidak akan berguna kalau kita tidak percaya padanya. Ingat: pikiran dan perasaan kita adalah doa. Doa yang lebih kuat dari ucapan-ucapan kita. Maka, iringilah rencana kita dengan doa-doa dalam hati. Yang paling baik. Yang paling indah. Bila pikiran dan perasaan memburuk, sehingga kita tertarik untuk “berdoa” yang buruk, kuatkan lagi harapan kita. [diolah dari Buku The Secret].-  Kontroversi Buku The Secret 

0 komentar:

Post a Comment