.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Pengaruh Teman, akhirnya Tercapai Harapan Menjadi Professor

http://www.satutours.com/2014/09/PengaruhTemanakhirnyaTercapaiHarapanMenjadiProfessor.html
Pengaruh Teman, akhirnya Tercapai Harapan Menjadi Professor - Selama puluhan tahun, Profesor Andika, seorang ilmuwan di bidang nuklir, dan supirnya, Pak Tio (nama samaran) bersahabat. Perbedaan status di antara mereka tidak menghalangi keduanya untuk menjalin keakraban. Dari mulai yang namanya agama, suku, pendidikan, dan status sosial, tidak dipedulikan keduanya. Baik Profesor Andika dan Pak Tio sudah saling percaya satu sama lain. Keduanya hafal kebiasaan dan paham karakter masing-masing. Berbagi suka-duka bukan sesuatu yang asing lagi bagi mereka. Sebuah hubungan yang luar biasa.

Untuk persahabatan yang indah itu, Profesor Andika ingin sekali memberikan satu hadiah pada Pak Tio. Wujudnya bisa apa saja: rumah, motor, modal usaha, dan lain-lain. Ketika ditanyakan pada Pak Tio hadiah apa yang diinginkannya, ia menolak dengan halus kebaikan itu. Rasanya tidak pantas mengiyakan salah satu tawaran dari Profesor Andika. Namun, mungkin karena tidak enak menolak seluruh penawaran sahabatnya, Pak Tio memberanikan diri mengajukan satu permintaan unik. Dia berkata bahwa selama puluhan tahun menjadi supir, ia ingin sekali saja merasakan rasanya jadi profesor. Dan, tidak hanya itu: Pak Tio juga ingin Profesor Andika juga merasakan rasanya jadi supir. Ibaratnya permainan tukar posisi. Tidak lama, hanya sehari.

Walau permintaan Pak Tio sangat aneh dan membuatnya bingung, Profesor Andika menyanggupi. Bahkan, Pak Tio dapat kesempatan untuk benar-benar merasa sebagai seorang profesor karena majikannya punya jadwal berceramah tentang nuklir keesokan harinya dalam sebuah seminar. Nah, Pak Tio akan maju sebagai profesor, sedang Pak Andika akan jadi supir yang mengantarkan Pak Tio ke tempat acara.

Keesokan harinya, Pak Tio berdandan ala profesor. Ia berjas, memakai dasi, membawa tas kerja. Semuanya pinjaman dari majikannya. Sehari sebelumnya, Pak Tio juga sudah hafal makalah yang biasa dibawakan Profesor Andika untuk acara-acara sejenis. Dia pun telah tahu betul gaya tuannya dalam menyampaikan materi. Dengan langkah percaya diri, Pak Tio diantar Profesor Andika yang memakai pakaian yang sederhana layaknya seorang supir.

Sampai di lokasi seminar, Pak Tio pun didapuk panitia untuk naik ke stage yang telah disiapkan. Tanpa kesulitan yang berarti, Pak Tio menyelesaikan materi kenukliran di hadapan para penonton. Peserta seminar bertepuk tangan atas paparan “Professor Andika”. Semuanya berjalan baik-baik saja.

Jantung Pak Tio mulai deg-degan ketika moderator acara mempersilakan peserta untuk bertanya bila ada yang kurang jelas atau ingin diperdalam. Pak Tio menyesali bagian ini. Kok dia tidak berpikir akan ada sesi tanya jawab? Masa-masa menunggu itu sungguh menegangkan bagi Pak Tio. Dia khawatir ada yang bertanya. Bagaimana kalau yang bertanya bukan hanya satu, tapi lima orang? Dengan cara apa ia harus menjawab semua pertanyaan itu? Tapi, meski begitu, ia berusaha tetap nampak tenang. Sayang, itu tak berlangsung lama. Saat nyaris sedikit lagi moderator menutup sesi tanya-jawab, satu tangan teracung. Gawat!

http://www.satutours.com/2014/09/PengaruhTemanakhirnyaTercapaiHarapanMenjadiProfessor.html

“Wah saya salut dengan ceramah Bapak. Tapi, tolong jelaskan lagi pada saya apa sih, yang dimaksud dengan nuklir?”

Menghadapi pertanyaan itu, Pak Tio sampai keluar keringat dingin. Namun Pak Tio tidak habis akal.

“Pertanyaan Bapak tentang nuklir adalah pertanyaan yang sangat mudah. Supir saya yang duduk di belakang itu bisa menjawabnya,” Pak Tio mengarahkan perhatian penonton kepada Profesor Andika, “Coba Pak Supir, jawab pertanyaan tadi.”

Profesor Andika pun menjelaskan apa itu nuklir dengan lancar dan gamblang. Para penonton pun riuh memberikan tepuk tangan ketika “supir” sang “profesor” menyelesaikan uraiannya.

Ah, betul kalau begitu quote dari Jim Rohn, “You are the average of the five people you spend the most time with.” Dengan siapa Anda berteman, maka akan seperti itulah kualitas yang Anda akan temukan dalam diri Anda. [diolah dari berbagai sumber]

0 komentar:

Post a Comment