.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Keajaiban Air Susu Ibu 2

Keajaiban Air Susu Ibu 2
Keajaiban Air Susu Ibu 2
Keajaiban Air Susu Ibu 2
Fakta-fakta tentang ASI memang tidak terbatas. Kontribusi ASI untuk kesehatan bayi berubah seiring tahapan bayi dengan menyesuaikan bahan makanan yang dibutuhkan pada tahapan tertentu. Kandungan ASI berubah untuk memenuhi kebutuhan yang sangat khusus. ASI, yang selalu siap setiap saat dan pada suhu yang ideal, memainkan peran utama dalam perkembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya. Selain itu, unsur-unsur seperti kalsium di dalamnya memainkan peran besar dalam perkembangan tulang bayi.
Meskipun disebut sebagai susu, cairan ajaib ini sebenarnya sebagian besar terdiri dari air. Hal ini merupakan keistimewaan, karena selain makanan bayi juga membutuhkan cairan dalam bentuk air. Kebersihan dan kesehatan ASI yang begitu alaminya mungkin tidak bisa ditemukan pada air atau bahan makanan lain yang mampu memenuhi kebutuhan bayi akan air dalam cara yang paling bersih dan sehat.
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan otak pada bayi yang diberi ASI lebih besar daripada bayi yang tidak diberikan ASI. Sebuah analisis komparatif bayi yang diberi ASI dan susu formula bayi oleh James W. Anderson, ilmuwan dari University of Kentucky, menetapkan bahwa IQ bayi yang diberi ASI lebih tinggi 5 angka daripada bayi lainnya yang tidak diberi ASI. Sebagai hasil dari penelitian ini, ditetapkan bahwa ASI sangat bermanfaat bagi kecerdasan hingga 6 bulan dan bahwa anak-anak yang disusui kurang dari 8 minggu menunjukan tidak adanya perkembangan IQ yang signifikan.
Sebagai hasil dari semua penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa ASI yang dibahas dalam ratusan tulisan yang telah terbit, melindungi bayi terhadap kanker. Fakta menunjukan  bahwa mekanisme yang belum sepenuhnya dipahami. Ketika sebuah protein ASI membunuh sel-sel tumor yang telah ditumbuhkan di dalam laboratorium tanpa merusak sel yang sehat, para peneliti menyatakan bahwa sebuah potensi besar telah muncul. Catharina Svanborg, profesor imunologi klinis di Universitas Lund di Swedia, memimpin kelompok penelitian yang menemukan rahasia mengagumkan dari ASI. Tim ini di Universitas Lund menjelaskan kemampuan ASI dalam memberikan perlindungan melawan beragam jenis kanker sebagai penemuan yang ajaib .
Awalnya, para peneliti memberi perlakuan sel-sel selaput lendir usus yang diambil dari bayi yang baru lahir dengan ASI. Mereka mengamati bahwa gangguan yang disebabkan oleh bakteri Pneumococcus dan dikenal sebagai pneumonia berhasil dengan mudah dihentikan oleh ASI. Terlebih lagi, bayi yang diberi ASI mengalami kesulitan pendengaran jauh lebih sedikit daripada mereka yang diberi susu formula, dan  juga menderita infeksi saluran pernapasan jauh lebih sedikit. Setelah serangkaian penelitian dilakukan, diperlihatkan bahwa ASI juga memberikan perlindungan melawan kanker. Penyakit kanker getah bening yang teramati pada usia anak-anak sembilan kali lebih besar pada anak-anak yang diberi susu formula.  Mereka menyadari bahwa hasil yang sama berlaku pula untuk jenis kanker lainnya. Jadi, ASI secara akurat menempatkan sel-sel kanker dan kemudian membunuhnya. Hal Ini dikarenakan adanya zat yang disebut alpha-lac (alphalactalbumin), yang hadir dalam jumlah besar di dalam ASI, kemudian menempatkan dan membunuh sel-sel kanker. Alpha-lac dihasilkan oleh sebuah protein yang membantu dalam pembuatan laktosa gula pada susu.
Keistimewaan ASI lainnya yaitu fakta bahwa sangat bermanfaat bagi  bayi untuk mengkonsumsi ASI selama dua tahun. Ini merupakan  informasi penting yang baru saja ditemukan oleh ilmu pengetahuan, namun  telah diungkapkan oleh Allah empat belas abad yang lalu dalam ayat: “Dan Ibu-Ibu  hendaklah  menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh. Bagi yang ingin menyusui secara sempurna……”. (Al Qur’an, 2:233)
Seorang ibu tidak memutuskan untuk memproduksi susu, yang merupakan  sumber makanan  yang paling ideal untuk bayi yang  tak berdaya dan membutuhkan makanan di dalam tubuhnya, juga dia tidak memutuskan berbagai tingkat gizi di dalamnya. Ini merupakan rahmat Allah SWT, yang Maha Mengetahui setiap  kebutuhan makhlukNya, yang menciptakan ASI untuk bayi di dalam tubuh ibu.
[diolah dari eramuslim.com]




0 komentar:

Post a Comment